Senin, Februari 11, 2008

1996-1999

Saat sedang youtube-walking, saya menemukan sesuatu :



Merinding.

Itu adalah rekaman kondisi pesantren saya dahulu pada saat menjelang maghrib...

Gak heran, dimanapun tempat terpencil saya berada dan dengan lantunan Qur-an seperti ini...dijamin, hati saya akan bergumam :

"... inget di pesantren neh..."

Dan itu spontan...

Dan bersamaan itu pula, ada "sesuatu" yang saya rasakan, entah itu merinding, sedih, kangen, pokoknya campur aduk ...saya sendiri tidak bisa describe kata2 yang tepat...

Yang pasti seperti ada sesuatu yang "bergemuruh" di dada saya tiap kali melihat ato merasakan sesuatu yang mengingatkan saya dengan masa2 di pesantren...

Yeah,

Anda boleh tertawa, men-judge saya cengeng or else, GAK PEDULI

Satu hal yang pasti, anda akan merasakan hal yang sama kalo anda pernah disana...

Tahun 1996 saya masuk...dengan segala keterbatasan dan ketidaktahuan yang ada...

Tahun 1999 saya keluar, harusnya saya lulus dan jadi alumnus tahun 2002, tapi karena satu dan lain hal, saya keluar...

Anehnya, mulai saat itu, saya selalu bermimpi dalam nyaris setiap tidur saya...

Mimpi dimana saya digambarkan masih disana...entah apapun bentuknya, mulai dari yang abstrak, sampe yang jelas banget...

Dari tahun 1999 - sekarang saya masih kerap didatangi mimpi itu,...

Entahlah, seperti ada yang tertinggal di sana...

Seolah belum ada restu untuk meneruskan langkah...agak berlebihan tampaknya...

Ah,

Barangkali hanya trauma psikologis semata...atau bahkan rindu yang berlebih...

Saya rindu suasananya yang syahdu, pusingnya kepala saat kiriman uang belum tiba, panas terik mataharinya waktu siang, tempe kecap mie kecap dan krupuknya, cuci baju hari jum'at, makan daging sebesar jempol di Idul Adha, dipukuli di mahkamah, lari pagi hari jum'at, muhadhoroh malam jum'at, pramuka di hari kamis, countdown perpulangan, excitement waktu perpulangan, dll...

Mungkin anda pernah merasakan sesuatu memori dimana sangat ingin anda lupakan, tapi justru terlalu manis untuk dibuang...

Sehingga terjadi friksi...benturan, seperti pergolakan bathin...bisa gila saya lama2...

Ingin lari dengan cepat meninggalkan, tetapi kepala masih menoleh kebelakang...

Tuhan punya maksud lain...harus saya selesaikan ini, sebelum menghambat masa depan saya...

Baiklah,

Selepas sidang ujian TA, saya akan kesana...sekedar menyambangi...

Insya Allah

Jumat, Januari 04, 2008

Fenomena : OrKamSi = Indonesia Kelaparan

Ehm...

Gue baru saja mengalami kejadian aneh, mungkin sudah biasa dimanapun kita akan ada selalu orang2 dengan kelakuan dan sikap seperti ini...

Gini...

Gue sama si adoy keluar kosan buat cari makan malem, jarak kos ke warung dimaksud kurang lebih 100 meteran...

Sesampainya disana, warung masih setengah buka, nasi blom matang katanya...sebelum gue sampe, udah ada 2 orang mengantri dengan maksud yang sama...dan sesudah gue pun datang seorang bapak dengan niat yang sama

*menunggu*

Pada waktu warung dibuka, kita masuk satu persatu buat pesen dan dibawa pulang...

Orang pertama yang pesen...bener2 kelaparan (ups)...mungkin buat makan sekeluarga kali yaa...

pada saat yang sama, datanglah seorang pemuda, ikut masuk, menyalakan rokok...santai...seolah2 ikut antri dan menunggu...

Pada saat orang pertama selesai pesan dan bayar, langsung dilanjut orang kedua...

Kejadian memuakkan dimulai saat orang kedua bayar dan siap2 pergi...

Si pemuda perokok tadi langsung menyeruak ala orang kampung sini dan tidak menghiraukan gue, adoy, dan si bapak yang udah ngantri sekian lamanya...

Brengsek ! Asu ! Jancuk !

Dengan gaya yang tengil dia langsung pesen buat dibungkus tanpa menghiraukan gue dan adoy yang mulai "mendidih"...

Bahkan saat itu gue udah ngukur angle buat melayangkan tendangan maut ke kepala nih orang...rasa hati bercampur aduk...

Dari gaya bicaranya, gue menarik asumsi bahwa dia penduduk sekitar, dari gaya bahasanya juga...

Gue tau apa yang akan terjadi kalo gue mulai konfrontasi ditempat...dia akan mengeluarkan jurus mautnya :

gue anak sini...mau apa lu ?!

Dan dalam hitungan detik pasti gue terbangun di rumah sakit...

Gue sadar saat itu kalo gue mulai konfrontasi, maka gue akan babak belur...meskipun gue yakin benar, kalo satu lawan satu sama ni orang...gue akan memenangkan duel...GUE JAMIN!

Setelah menunggu dia memesan berbungkus2 makanan dan menghabiskan lauk pauk inceran gue dan adoy...dia langsung bayar n cabut tanpa berani ngeliat muka2 orang yang udah pada ngantri...

Ugh.

Kesimpulan dari kejadian ini adalah, betapa gue sadarnya bahwa rakyat kita kelaparan...Indonesia kelaparan...

Fenomena kayak gini sering gue temuin...seolah2 takut keabisan...takut gak kebagian...akhirnya mengorbankan logika dan sikap...

Sempat gue berpikir untuk tidak tinggal di Indonesia...mengingat keadaan seperti ini bukan tidak mungkin bertambah buruk di kedepan harinya...

Tapi barangkali itu bukan solusi.

Anda lapar ? Saya juga,...haruskah berlaku hukum rimba di dunia beradab ini...?

Orang kampung, baru hanya sebatas makan dan uang.....



gambar gue ambil dari sini

Rabu, Januari 02, 2008

Resolusi 2008

Well...

Pernah dan mau dibanting2 seperti ini sodara ...?



Ato mau bisa memukul dan menendang secara sembelitan seperti ini :



Oh...

Doakan saya saja, mungkin di tahun ini diantara 2 bela diri itu akan saya tekuni...tergantung kondisi finansial sih sebenarnya...


*cape' deee*